d2 studio photography & art

http://www.weddingpreweddingmurah.blogspot.com
http://www.hiasanmahar.com

Pernikahan adalah suatu yang sakral dan diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup.
Nah, seringkali untuk urusan foto, capeng tidak terlalu concern. Karena kebanyakan mengambil sistem paket dan menyerahkan sepenuhnya hal tersebut untuk dieksekusi si fotografer. Sekali moment pernikahan Anda terlewatkan, tidak ada tombol UNDO untuk mengulang hasil foto-foto tersebut
How to choose a photographer?
Mulailah luangkan waktu untuk membaca majalah, browsing di internet dan bertanya kepada saudara atau teman kerja yang sudah menikah tentang fotografer yang pernah mereka pakai. Pasti hasil pendapat mereka beragam. Setelah mendengar berbagai pendapat, cobalah bicarakan kepada pasangan Anda ingin memiliki konsep foto seperti apa untuk album pernikahan Anda. Apakah ingin dengan nuansa sephia, hitam putih atau colorful. Apakah ingin dengan tema fun, santai atau bahkan yang formal.
Setelah mendiskusikan dengan pasangan Anda, barulah Anda mulai memilih fotografer yang sesuai dengan konsep Anda. Lihatlah hasil-hasil foto mereka di album-album yang pernah mereka buat. Perlu diingat, tidak semua fotografer yang ahli memotret indoor (dalam studio), ahli juga dalam session foto outdoor.
Begitu juga tidak semua fotografer yang biasa memotret still photo, bagus dalam hal mengambil foto candid. Jadi pilihlah fotografer yang kira-kira sudah pernah mengerjakan konsep seperti yang Anda inginkan dan hasilnya bagus menurut Anda. Oh ya, bila Anda sudah mendapatkan tanggal pernikahan Anda yang pasti, sesegera mungkin mem-booking jadwal fotografer. Jangan terlalu deket waktunya dengan hari H. Selain harga dari fotografer tersebut mungkin akan lebih mahal atau bisa saja Anda bisa tidak kebagian jadwal fotografer yang Anda inginkan.
How to get what you want from the photographer?
Satu-satu cara adalah mengkomunikasikan keinginan Anda. Anda dan pasangan Anda harus meluangkan waktu bertemu dengan si fotografer untuk membahas konsep foto yang Anda inginkan. Kebanyakan pasangan tidak mau repot. Mereka hanya menelpon atau pun memberitahukan sambil lalu kepada wedding organizer untuk menyampaikan keinginannya. Seperti dalam permainan kuda bisik waktu kita kanak-kanak, perkataan yang sudah melewati 2-3 telinga, biasanya sedikit banyak akan mengalami perubahan arti. Jadi sebisa mungkin Anda luangkan waktu bertemu dengan si fotografer. Hanya itu kuncinya! Biasanya foto pengantin dibagi menjadi dua tahap, yaitu foto pre-wedding dan foto on the wedding day.
Bila pilihan Anda sudah Anda jatuhkan kepada satu fotografer, dianjurkan supaya fotografer yang sama memotret di pre-wed Anda sekaligus di hari H pernikahan Anda. Karena Anda akan mendapatkan kesamaan feel and soul photo dari si fotografer. Kecuali, ada factor X di mana foto pre-wed Anda tidak memuaskan seperti keinginan Anda, sebaiknya secepat mungkin mencari fotografer lainnya. Itu sebabnya alangkah lebih baik foto pre-wedding Anda tidak terlalu dekat dengan hari H pernikahan Anda, supaya bila terjadi hal-hal seperti di atas Anda masih memiliki waktu untuk mencari fotografer lain. Disarankan minimal 1 bulan sebelum hari H pernikahan.
If you hired him, trust him
Kepercayaan adalah langkah terakhir yang harus Anda ambil setelah melewati beberapa tahap di atas. Seringkali pengantin tidak menikmati pernikahannya sendiri. Hal tersebut dengan mudah terlihat dari ekspresi pengantin saat gambarnya diabadikan oleh fotografer. Pengantin sering mengurus hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diserahkan ke orang lain. Mungkin salah satu alasannya karena tidak percaya dengan result-nya bila hal tersebut dikerjakan orang lain. Saran kami adalah Anda harus percayakan hal tersebut dan nikmatilah pernikahan Anda! Mulai dari urusan foto, catering, bucket, dekorasi, warna karpet bahkan sampai seluruh waktu kalian selama 1 hari itu. Begitu juga halnya dalam urusan foto. Kadang pengantin punya 'gaya' sendiri saat difoto, padahal fotografer sudah mempersiapkan alur foto yang akan diambil.
Atau kadang di luar fotografer yang di-hire, pengantin meminta tolong kepada sanak saudara atau teman yang juga memiliki kamera. Hal tersebut bisa jadi sangat mengganggu tugas si fotografer. Bisa saja sanak saudara itu justru menghalangi pandangan fotografer saat mengambil momen-momen penting dalam upacara sakral. Saran kami, percayakan saja dokumentasi hari berbahagia Anda kepada fotografer yang Anda sewa.
Apa Kata Mereka?
Dewi Ratih, D2 Studio
“Percayalah pada fotografer Anda, karena dengan pengalamannya fotografer Anda lebih cepat membaca situasi dan suasana lokasi pemotretan, sehingga fotografer dapat “berkreasi” pose dan tema yang sesuai dengan karakter dan “jiwa” Anda dan pasangan Anda. So, bersikap kooperatif dan let the photographer do their job for you”
Harry, Sudut Photography
“Sebaiknya di hari H pengantin rileks dan enjoy saja dengan hari pernikahannya. Jangan terlalu memikirkan hal-hal sepele, percayakan saja hal-hal itu kepada wedding organizer atau pihak keluarga. Kadang karena pengantin banyak yang dipikirkan, itu mempengaruhi ekspresi pada saat difoto. Sering terlihat tegang dan tidak tenang.”
Edward Suhadi, Edward Suhadi Photography
“Percayakan saja segala sesuatunya kepada wedding organizer. Jadi tidak membuat para pengantin repot sendiri. Dan kalau bisa selalu biasakan perkenalkan fotografer yang disewa kepada pihak keluarga supaya bisa terjalin komunikasi antara fotografer dan pihak keluarga. Karena kadang saya suka merasa tidak enak jika masuk ke dalam ruangan-ruangan tertentu dan dipandang seperti orang tidak dikenal masuk ke rumah orang.”
Iwan Yulianto, Khania Studio
“Sisakan stamina untuk foto berdua di saat acara bersalaman di atas pelaminan berakhir. Sering kali pengantin sudah kelelahan dan tidak mood difoto, padahal itu salah satu moment foto yang penting. Selain itu, kalau bisa pihak wedding organizer yang di-hire oleh pengantin tidak terlalu memberikan waktu yang sempit untuk fotografer mengambil foto. Karena bisa fotografer jadi tidak memberikan hasil yang maksimal.”

d2 studio | indrakila 7a, surabaya
Indio : 031-72692112, 0838 56429139 (whatsapp), pin BB D470F7DB
Dewi : 0812 1734217 (whatsapp), pin BB 7A77F1A9

0 komentar:

Posting Komentar

Posting

Archive